SEJARAH PENCERAH NUSANTARA MENUJU INDONESIA YANG LEBIH SEJAHTERA


2010: KUKP-RI MDGs membangun model Pencerah Nusantara berbasis nilai kolaborasi tenaga interprofesi untuk memecahkan masalah kesehatan diakar rumput. Model PN mengusung kerjasama sinergis anatara pemerintah, organisasi, masyarakat sipil dengan swasta.

2012: PN Cohort 1 100 tenaga kesehatan muda dari 2.867 pendaftar, terpilih sebagai tim Pencerah Nusantara COHORT 1 dan ditugaskan mengabdi ke 7 daerah bermasalah kesehatan di Indonesia.
2013: Pencerah Nusantara mendapat predikat “Inovasi Sosial Terbaik” dari The Economist Intelligence Unit pada The Economist Health Conference di Kuala Lumpur.
2013: Pencerah Nusantara mendapat predikat “Inovasi Sosial Terbaik” dari The Economist Intelligence Unit pada The Economist Health Conference di Kuala Lumpur.
2014: Meraih Best Innovation Interprofessional Collaboration on Health di Konferensi ke-7 All Togethes for Better Health di Pittsburgh, Amerika Serikat Health Sector Review on Consolidated Report 2014 terbit dan memuat rekomendasi pendekatan kolaborasi interprofesi untuk menyempurnakan kebijakan penugasan tenaga kesehatan ke daerah. Pertemuan konsultasi dengan Kementerian Kesehatan untuk inisiai eskalasi program Pencerah Nusantara ke seluruh Indonesia melalui program Nusantara Sehat.
2015: Pencerah Nusantara meraih penghargaan Global Government Award atas perannya membuat pemerintah lebih transparan, efektif, dan akuntabel. Terbit Permenkes No. 23 tahun 2015 tentang Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Berbasis Tim dalam Mendukung Program Nusantara Sehat.
2016: Melihat efektivitas dari pengiriman tenaga kesehatan berbasis kolaborasi tim interprofesi, Kementerian Kesehatan menghentikan program Pegawai Tidak Tetap.
2017: PN Cohort II berangkat bertugas ke penempatan berfokus pada wilayah yang belum terjangkau Nusantara Sehat
2018: Pencerah Nusantara menjadi studi kasus terpilih dalam Indonesia Development Forum 2018.
2019: Pencerah Nusantara Cohort II purna tugas, model Pencerah Nusantara disiapkan untuk dapat direplikasi oleh Pemerintah Daerah.
2020: CISDI meluncurkan Pencerah Nusantara Covid-19 untuk perkuat 5T (training, teaching, testing, tracing and treatment) sebagai penguatan respon Covid-19 di 8 puskesmas di Jakarta Utara dan Kota Bandung.
2021: Pemprov Jawa Barat mengadopsi Pencerah Nusantara Covid-19 di 100 puskesmas di 12 kota / kabupaten di Jawa Barat.